PKKMB DAY 2,2 SEPTEMBER 2025.M.ALIM.NUR.M

 PKKMB DAY 2

2,SEPTEMBER 2025





-NAMA: MUHAMMAD ALIM NUR MUSTOFA

-ASAL: SURABAYA

-UMUR: 18 TAHUN

-PRODI: S1 KESEHATAN MASYARAKAT

-FAKULTAS: FAKULTAS KESEHATAN


RESUME MATERI ,MY DIGITAL PORTOFOLIOO PKKMB DAY 1


RESUME PEMATERI

TEMA:Perguruan Tinggi Di Era Dan Revolusi Industri

OLEH:Bapak Ainun Najib


 Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri mengalami transformasi besar dalam cara mereka berfungsi, mengajar, dan berinteraksi dengan mahasiswa serta masyarakat. Berikut adalah beberapa aspek utama dari perubahan tersebut:

Pembelajaran Digital dan Online  
Penggunaan platform e-learning, MOOC (Massive Open Online Courses), dan webinar memungkinkan akses pendidikan yang lebih luas dan fleksibel.

Mahasiswa dapat belajar kapan saja dan di mana saja, meningkatkan inklusivitas dan efisiensi.
Kurikulum Berbasis Teknologi  
Integrasi teknologi terbaru seperti kecerdasan buatan, big data, dan Internet of Things (IoT) ke dalam kurikulum.

Pengembangan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri 4.0.
Revolusi Industri 4.0 dan Keterampilan Baru  
Perguruan tinggi menyesuaikan kurikulum untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi otomasi, robotika, dan analitik data.

Fokus pada soft skills seperti kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah.
Infrastruktur Digital dan Infrastruktur Kampus  
Peningkatan infrastruktur TI, seperti jaringan broadband cepat, laboratorium virtual, dan perangkat lunak kolaboratif.

Kampus digital yang mendukung aktivitas belajar dan penelitian.
Kolaborasi dan Kemitraan Global  
Kemitraan dengan institusi internasional, perusahaan teknologi, dan startup untuk inovasi dan riset bersama.

Program pertukaran mahasiswa dan dosen secara virtual maupun fisik.
Pengukuran dan Evaluasi Berbasis Data  
Penggunaan Learning Analytics untuk memonitor kemajuan mahasiswa dan meningkatkan proses pembelajaran.

Data-driven decision making dalam pengelolaan institusi.
Peran Perguruan Tinggi sebagai Inovator dan Penggerak Revolusi Industri  
Perguruan tinggi tidak hanya mengajar tetapi juga menjadi pusat inovasi dan penelitian terapan.
Pengembangan startup dan inkubator bisnis berbasis teknologi.
Secara keseluruhan, perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri harus mampu beradaptasi dengan cepat agar tetap relevan dan mampu menghasilkan lulusan yang kompeten di era yang penuh perubahan ini.



RESUME PEMATERI

TEMA: Generassi Muda Berintegrasi Dan Antikorupsi
OLEH:Dr.Nurul Ghufron,S.H.,M.H


 Korupsi adalah kanker yang menggerogoti sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia merampas hak-hak rakyat, menghambat pembangunan, dan merusak kepercayaan publik. Melawan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum atau pemerintah, tapi tanggung jawab kolektif seluruh rakyat Indonesia. Generasi muda adalah kunci dan harapan terbesar dalam membangun Indonesia yang bebas korupsi.

Mengapa Generasi Muda Sangat Penting?

 Masa Depan Bangsa: Generasi muda akan menjadi pemimpin, profesional, dan warga negara yang menentukan arah Indonesia di masa depan. Nilai integritas yang ditanamkan sejak dini akan menjadi fondasi bagi kepemimpinan yang bersih.

 Energi dan Inovasi: Generasi muda memiliki energi, kreativitas, dan penguasaan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan sistem transparan, mengawasi penyelenggara negara, dan mengembangkan solusi anti korupsi yang inovatif.

 Pola Pikir Kritis: Generasi muda cenderung lebih kritis, terbuka terhadap perubahan, dan memiliki idealisme yang tinggi. Ini adalah modal penting untuk menantang status quo dan budaya korupsi yang mengakar.

 Agen Perubahan (Agent of Change): Sebagai generasi yang akan hidup lebih lama, generasi muda memiliki kepentingan langsung untuk mewarisi Indonesia yang lebih baik, adil, dan sejahtera, bebas dari praktik korupsi.
 Integritas: Senjata Utama Generasi Muda

Integritas adalah fondasi utama perang melawan korupsi. Bagi generasi muda, integritas berarti:

 Kejujuran: Selalu berkata jujur dan bertindak jujur, dalam situasi apapun, baik di depan umum maupun di ruang privat. Tidak ada "kebohongan putih" dalam konteks integritas.
 Konsistensi: Antara kata dan perbuatan selalu sejalan. Prinsip yang dipegang tidak berubah bergantung pada situasi atau tekanan.

 Tanggung Jawab: Memiliki rasa memiliki terhadap tugas dan peran. Menyelesaikan kewajiban dengan sebaik-baiknya tanpa mengharap imbalan yang tidak semestinya.

 Keadilan: Memperlakukan semua orang secara adil, tanpa pandang bulu, dan tidak menggunakan jabatan atau kekuasaan untuk keuntungan pribadi atau golongan.

 Keberanian: Berani mengatakan "TIDAK" pada tawaran suap, gratifikasi, atau praktik koruptif lainnya. Berani melaporkan penyimpangan yang dilihat (whistleblowing).

 Kemandirian: Tidak bergantung pada pemberian atau fasilitas yang tidak sah untuk mencapai tujuan. Berjuang dengan kemampuan sendiri.
 Bagaimana Generasi Muda Menjadi Garda Terdepan Anti Korupsi?

 Mulai dari Diri Sendiri:
 Tanamkan Nilai Integritas: Jadikan integritas sebagai kompas dalam setiap tindakan, sekecil apapun. Jujur dalam ujian, tidak mencontek, tidak meminjam tanpa izin, mengembalikan barang temuan.
 Tolak Praktik Kecil yang Mengarah ke Korupsi: Menolak pungutan liar (pungli), tidak menggunakan "jalur belakang" (koneksi) untuk mempercepat urusan, tidak memberi atau terima hadiah yang bisa mempengaruhi keputusan (gratifikasi).

 Hidup Sederhana dan Bertanggung Jawab: Kelola keuangan pribadi dengan bijak, hindari gaya hidup konsumtif yang mendorong mencari jalan pintas.
 Edukasi dan Kesadaran:

 Belajar Aktif: Cari tahu tentang dampak buruk korupsi bagi bangsa dan rakyat kecil. Pelajari regulasi anti korupsi (UU Tipikor, UU Gratifikasi, dll.).

 Diskusi dan Sosialisasi: Ajak teman sebaya untuk diskusi tentang bahaya korupsi dan pentingnya integritas. Gunakan media sosial untuk menyebarkan pesan positif.

 Ikut Organisasi/Komunitas: Bergabung dengan organisasi pemuda, OSIS, atau komunitas anti korupsi (seperti relawan KPK, komunitas anti korupsi kampus) untuk belajar dan beraksi bersama.
 Pemanfaatan Teknologi:

 Sosial Media untuk Pengawasan: Gunakan platform sosial media secara bijak dan bertanggung jawab untuk mengawasi kinerja pemerintah, menyebarkan informasi transparansi, dan mengkritisi kebijakan yang berpotensi koruptif.

 Akses Informasi Publik: Manfaatkan teknologi untuk mengakses informasi publik (misal melalui PPID) dan memantau penggunaan anggaran.

 Kembangkan Solusi Digital: Ciptakan atau dukung aplikasi/aplikasi yang mempromosikan transparansi, partisipasi publik, dan pengaduan (e-lapor, e-budgeting, dll.).
 Pengawasan Partisipatif:
 Awasi Lingkungan Sekitar: Perhatikan penggunaan anggaran di sekolah, kampus, atau lingkungan tempat tinggal. Laporkan jika ada penyimpangan.
 Gunakan Hak Memilih: Gunakan hak suara dengan cerdas dalam pemilu. Pilih calon pemimpin yang memiliki rekam jejak bersih dan berkomitmen anti korupsi.
 Partisipasi dalam Musrenbang/FORUM: Ikut serta dalam forum perencanaan pembangunan untuk memastikan aspirasi masyarakat didengar dan anggaran digunakan untuk kepentingan publik.
 Menjadi Contoh dan Inspirasi:
 Tunjukkan Prestasi Tanpa Korupsi: Buktikan bahwa kesuksesan sejati diraih melalui kerja keras, kejujuran, dan kompetensi, bukan dengan jalan pintas korupsi.
 Berkarya untuk Bangsa: Terlibat dalam kegiatan sosial, kewirausahaan, atau inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, menunjukkan bahwa generasi muda adalah solusi.
 Dukung Sesama Pemuda: Bangun jaringan pemuda yang saling mendukung dalam menjaga integritas dan menghindari lingkungan yang memfasilitasi korupsi.
 Tantangan yang Dihadapi:

 Budaya "Kenal Sama" dan "Cepat Selesai": Budaya yang mengutamakan koneksi dan jalan pintas masih kuat.
 Ketidakpastian Masa Depan: Tekkan ekonomi dan persaingan kerja bisa mendorong beberapa pemuda mencari jalan mudah.
 Pengaruh Lingkungan: Lingkungan (keluarga, teman, institusi) yang tidak mendukung integritas bisa menjadi penghalang.
 Rasa Takut Melapor: Ancaman atau ketakutan akan dampak negatif jika melaporkan tindak pidana korupsi.

 Kesimpulan:

Generasi muda Indonesia memiliki potensi luar biasa untuk menjadi agen perubahan sejati dalam memerangi korupsi. Integritas bukan hanya pilihan, tapi keharusan. Dengan membangun dan menjunjung tinggi integritas sejak dini, generasi muda dapat membentengi diri dari godaan korupsi dan menjadi garda terdepan dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan transparan.

Mari generasi muda Indonesia bersatu:

 Tanamkan Integritas dalam Jiwa.
 Tingkatkan Kesadaran Bahaya Korupsi.
 Manfaatkan Teknologi untuk Perubahan.
 Berani Bersuara dan Bertindak.
 Jadilah Contoh dan Inspirasi.
 Indonesia bebas korupsi bukan lagi mimpi, tapi sebuah tujuan yang bisa diraih jika generasi mudanya memiliki integritas baja dan tekad baja. Kalian adalah harapan, kalian adalah perubahnya!

"Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya." (Ir. Soekarno) - Dan pahlawan anti korupsi masa kini dan masa depan adalah generasi muda yang berintegritas! 



RESUME PEMATERI

TEMA:Mahasiswa UNUSA sebagai generasi aswaaja An-Nahliyah
OLEH:KH.Ma'ruf Khozin


ASWAJA ( ahlu sunnah wal jamaah) adalah jalan beragama yang ditempuh Nabi, sahabat, & ulama salaf. ASWAJA NU berpegang pada 4 madzab fiqih yaitu hanafi, maliki, syafi'i, hanbali. 

Ciri ciri ASWAJA An-Nahdliyah :

- Tawazun (seimbang)

- Tasamuh (toleran)

- I'tidal (adil)

- Moderasi (tidak ekstrim kanan/kiri)

Tradisi NU meliputi shalawat, yasinan, tahlil, ziarah kubur, sedekah. Tradisi tradisi tersebut semua mempunyai dasar syar'i. Tugas mahasiswa UNUSA adalah jaga moderasi beragama, rawat tradisi NU, dan cinta tanah air.

Mahasiswa UNUSA dipanggil untuk jadi generasi berintegritas, anti korupsi, berlandaskan Aswaja, cinta tanah air, dan moderat. Dari kampus ini, lahirlah agen perubahan yang siap membangun Indonesia lebih bersih, adil, dan bermartabat.

ASWAJA bukan hanya sekedar label, tapi juga harus hidup dalam sikap yang moderat, toleran dan cinta tanah air.





Media sosial UNUSA:


1.facebook: https://www.facebook.com/unusaofficialfb

2.Instagram: https://www.instagram.com.@unusa_official/

3.youtube: https://www.youtube.com/@unusa_official

4.twitter (x): https://x.com/unusa_official?lang=en

5.Tiktok: https://www.tiktok.com@unusa_official

"SAYA SEDANG MENEMPUH PENDIDIKAN DI UNIVESITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA"


Komentar

Postingan populer dari blog ini

RESUME Opening Ceremony 5th Brave Program: Angkat Isu Kesehatan dan Air Bersih Global

RESUME Opening Ceremony 5th Brave Program: Angkat Isu Kesehatan dan Air Bersih Global